Rabu, 23 Mei 2012

Membuat bunga dan Lilin Aromaterapi


Ruangan akan tampak cantik jika penataan ruangnya pas dan menarik. Tapi akan lebih indah lagi kalau dalam ruangan tersebut terdapat hiasan yang unik dan berbeda. Kira-kira hiasan apa yang bisa menciptakan suasana semakin hangat dan relaks ? Kamu bisa membuat buga atau lilin aromaterapi. Pembuatannya gampang dan nggak rumit kok. Jangan takut soal budget. Hanya dengan Rp 10 ribu, kamu sudah bisa membuat bunga aromaterapi sendiri. Mau tahu gimana cara membuatnya.
Ikuti langkah-langkah yang diberikan oleh Ekky Puji Lestari, pemilik Griya Lilin yang beralamat di Baturono, Joyosuran, Pasar Kliwon, Surakarta.
1.       Siapkan satu batang sabun mandi, pilih yang aromanya wangi jangan pilih sabun kesehatan. Parut sabun agar menjadi parutan lembut.
2.       Setelah itu beri air panas biar jadi cair. Tambahkan seperempat kilogram tepung sagu. Jika tidak ada pakai tepung maizena pun oke.
3.       Untuk warna bunga kamu bisa tambahkan pewarna makanan sesuai waran keinginanmu.
4.       Biar tambah wangi dan baunya tahan lama tambahkan bibit minyak wangi secukupnya. Aromanya sesuai selera.
5.       Aduk cairan sabun dan tepung sampai kalis (seperti adonan donat ).
6.       Setelah adonan beres, ambil sedikit demi sedikit dan buat bulatan lalu pipihkan untuk ditempel di batang lidi.
7.       Bentuknya, terserah kamu. Biasanya model mawar lebih mudah. Lakukan langkah kelima berulang-ulang sampai bunga yang dibutuhkan mencukupi.
8.       Kalau sudah selesai membuat bunga di atas tangkai, lilitkan kertas krip wara warni pada lidi agar terlihat cantik dan rapi.
9.       Kemudian rangkai bunga di dalam pot yang sudah tersedia.
10.   Jumlah bunga yang lebih banyak membuat wangi ruangan lebih tahan lama. Bunga ini tahan sampai enam bulan.
Cara membuat lilin aromaterapi :
1.       Cairkan paraffin dan beri sterik. Saat mencairkan tambahkan pewangi atau bibit minyak wangi.
2.       Siapkan pewarna yang terbuat dari cat minyak yang dipanaskan di atas kompor. Siapkan beberapa warna agar warna lilin lebih cantik.
3.       Betuk cairan paraffin tadi sesuai selera. Saat membuat pola, jangan lupa berikan sumbu pada lilin. Lalu celupkan lilin pada warna-warna yang sudah disiapkan. Kalau mau warna lilin bergradasi, celupkan pada dua sampai tiga warna.
4.       Pembuatan lilin aromaterapi ini memang lebih sulit dan biaya yag lebih banyak daripada embuat bunga sabun. Kamu juga harus hati-hati lho, karena saat proses pembuatannya kamu berdekatan dengan kompor dan cat minyak yang panas.
Selamat mencoba, ya ! (uty)

Membuat Hiasan dari Lilin


Bunga-bunga dan daunnya terbuat dari Lilin


Lilin yang biasa kita gunakan sehari-hari hanya untuk pelita, dapat kita tambahkan kegunaannya sebagai hiasan dekorasi diatas meja makan atau meja tamu. Beberapa bentuk yang dapat kita buat akan diuraikan dibawah ini dan bagaimana cara membuatnya. Pengembangan selanjutnya diharapkan dapat anda kembangkan dengan imajinasi anda sendiri.

Beberapa bentuk yang dipelajari dibawah ini membuat :

1                    Buah Anggur
2                    Daun Anggur
3                    Es Cream di gelas
4                    Lilin Ajaib
5                    Lilin Keju
6                    Semangka
7                    Hamburger
8                    Bunga : Mawar, Calla Lili, Teratai dan Carnation

Bahan-bahan yang diperlukan :

1                    Sebuah Kuas (untuk mengoles minyak di cetakan)
2                    Sebuah sendok, garpu dan pisau
3                    Beberapa botol bekas kopi atau mayones (untuk melelehkan lilin)
4                    Beberapa cetakan kue kecil dan cetakan berbentuk daun, bunga, bentuk silinder, kerucut dan lain-lain sesuai dengan apa yang akan dibuat.
5                    Kawat bunga berlapis
6                    Bee wax (persia : mume asal)
7                    Acid (bentuk kristal)
8                    Sumbu untuk lampu Lilin
9                    Pewarna (Oil Colour) yang biasa digunakan untuk lukisan cat minyak.
10               Vit, merek pewarna khusus untuk lilin. Pewarna ini bisa juga digunakan.
11               Baki datar yang agak lebar
12               Cetakan daun, bentuk daun mawar dan daun anggur.
13               Lilin putih biasa (mamuli parafin) dan Lilin bunga putih (gole parafin) dijual dalam bentuk kiloan.
14               Kocokan telur manual (dari plastik)
15               Beberapa  Panci kecil.
16               Kertas koran untuk alas saat bekerja dengan lilin.

Membuat adonan

Ada 2 macam adonan yakni : 1. Adonan lilin putih biasa
                                                     2. Adonan lilin bunga putih


1.  Adonan Lilin Putih biasa

Sekilo lilin dicampur 100 gram acid, dan lelehkan dalam panci yang dijerang dalam panci berisi air (di tim). Gunakan api kecil selalu, untuk menghindari pecahnya botol gelas yang dipanaskan. Acid disini untuk menghasilkan lilin yang cukup keras sehingga tidak mudah meleleh apabila kita bakar nantinya.
Adonan ini biasanya untuk bentuk-bentuk lilin yang akan kita gunakan untuk pelita (candle light) atau yang tidak membutuhkan dibentuk-bentuk dengan lentur.

2.  Adonan Lilin bunga

Sekilo lilin dicampur dengan 20 gram beewax agar adonan menjadi lembut, lentur dan mudah dibentuk. Adonan ini digunakan untuk membentuk daun, bunga, serta keperluan lain yang memerlukan kelenturan lilin. Seperti adonan lilin biasa dicairkan dengan cara di tim diatas api kecil.

Cara mencampurkan Warna :
Campurkan warna setelah lilin mencair namun masih berada diatas api kecil. Aduk dengan garpu, campurkan lilin dengan warna yang sesuai keinginan secukupnya saja.
Warna-warna dasar yang diperlukan : Hijau, merah, kuning, coklat.
  
1.  Membuat Buah Anggur

1.                  Ambil adonan lilin bunga warna hijau (atau warna anggur yang lain), aduk dengan garpu hingga agak dingin dan terlihat mengental,
2.                  Bentuk buah anggur mulai dari yang kecil sampai yang besar. Sekitar 100 buah untuk ikatan besar atau 40 buah untuk ikatan kecil. 
3.                  Tusuk dengan kawat bunga yang sudah digunting sekitar 10 cm
4.                  Celup dalam lilin warna hijau yang masih leleh, dan air secara bergantian masing-masing 5 kali celupan.

 2.  Membuat  Daun Anggur

1.                  Ambil adonan lilin bunga warna hijau, tuang diatas baki yang sudah diolesi minyak, cetak dengan cetakan bentuk daun anggur, dan bentuk dengan mencetak serat-seratnya dengan cetakan serat daun anggur. Bentuk dengan tangan agar daun mirip dengan aslinya
2.                  Celup dalam air dingin.

3.  Membuat Es Cream

Warna yang digunakan : merah, kuning, hijau, orange, coklat.
Siapkan gelas gobet, atau gelas Es cream.

1.                  Adonan lilin biasa warna hijau dan kuning atau orange, dituang didalam gelas (seperti sirup) dituang satu per satu, tunggu hingga dingin (1/2 jam) dan tuang lapisan berikutnya.

2.                  Tuang adonan lilin bunga warna coklat kedalam baki dan cetak kecil-kecil bentuk coklat dekorasi.

3.                  Adonan lilin bunga warna-warna diatas, diaduk dengan garpu hingga agak dingin dan mengental, bentuk bulat sepeti es cream.

4.                  Membuat creamnya : Aduk lilin bunga putih dengan kocokan telur plastik hingga mengental, letakkan diatasnya, atur seperti Es cream yang ada di café-café.

 4.  Membuat Lilin ajaib

Siapkan sumbu lilin, cetakan bentuk lilin ajaib (olesi dengan minyak).

1.                  Ambil sumbu sesuai ukuran cetakan dan letakan ditengah, ikat dengan pulpen atau pinsil.
2.                  Tuang adonan lilin bunga kedalam baki (beberapa warna), biarkan hingga agak dingin, dan cetak dengan cetakan kue kecil-kecil, angkat dan tempelkan (susun warna-warni) dalam cetakan lilin.
3.                  Tuang adonan lilin biasa (bisa warna putih atau sesuai selera). Tunggu sekitar 2 jam agar lilin mengeras dan siap menjadi Lampu Lilin.

Sebagai dekorasi lilin ajaib ini dapat berupa :
Cetakan kecil-kecil, bunga / daun kering  serta kerang-kerangan, yang telah diolesi lilin cair sebelumnya.

 5.  Membuat Lilin Keju

Sama seperti membuat Lilin ajaib, hanya dengan menggunakan pecahan Es batu, pembuatannya lebih sederhana, hanya membutuhkan satu warna saja.

1                    Ambil beberapa pecahan Es Batu, susun dalam cetakan lilin yang sudah diolesi minyak, tuang adonan lilin biasa ½ cetakan, susun lagi pecahan Es Batu, dan tuang lagi ½ bagian lilin.
2                    Tunggu hingga Es Batu mencair, dan lilin keras.

6.  Membuat Semangka

1.                  Aduk adonan lilin bunga warna merah dengan garpu hingga agak dingin, bentuk seperti semangka diatas baki. Tempelkan biji-biji semangka asli sebagai dekorasi.
2.                  Kulit semangka terdiri dari 2 warna : yang agak putih dan Hijau.
Adonan Lilin biasa Ambil warna hijau, tuangkan diatas baki, tunggu hingga agak dingin, tuangkan warna putih diatasnya biarkan agak dingin, potong dengan pisau sesuai bentuk semangka.

7. Membuat Hamburger

Warna yang digunakan kuning, coklat, merah,
Biji wijen bisa digunakan untuk dekorasi.

Membuat tomat
Ambil adonan warna merah, tuang dalam baki, cetak dengan bentuk lingkaran sebesar tomat, Potong 6 kali
 
Selada
Ambil  adonan warna hijau, tuang dalam baki, potong membentu daun selada, dan bentuk ditangan.

Daging sapi
Ambil adonan warna merah yang dicampur coklat (warna daging sapi), aduk dengan garpu hingga agak kental, tuang dalam baki dan bentuk lingkaran seperti daging hamburger. Ambil dan rendam dalam air dingin.

Roti
Ambil adonan warna kuning dan coklat (warna Oak), cetak dicetakan hamburger atau mangkuk yang agak datar, seperti bentuk roti burger. Dinginkan. Setelah dingin, Roti diletakan dalam baki dan disiram (dilapisi) lagi dengan lilin cair warna oak. Rendam dalam air.

Menyusun hamburger
Roti bagian bawah, beri lilin cair (untuk lem) dan lapisi dagingnya, beri lilin cair lagi, lapisi dengan selada, beri lilin cair lagi, lapisi tomat, beri lilin cair lagi, dan letakan roti bagian atasnya.

8.  Membuat Bunga : Calla Lili, Mawar, Teratai dan Carnation
 Calla Lili

Tuang Adonan lilin bunga warna putih kedalam baki, potong seperti tetesan air (besar), ambil dan bentuk ditangan, pegang dengan tangan menggenggam. Rendam dalam air.

Mawar
Tuang adonan lilin bunga warna putih atau sesuai selera, cetak dengan cetakan mawar nomor 1 sebanyak 5 buah, satu persatu bentuk ditangan dan letakan di cetakan kerucut
1 Bentuk silinder, 2 dan 3 bentuk berhadapan, 4 dan  5 diantara 2&3 dan berhadapan,
Cetak dengan cetakan nomor 2 sebanyak 3 buah, bentuk ditangan, rangkai dikerucut (selalu diantara)
Cetak lagi dengan cetakan nomor 2 sebanyak 4 buah, bentuk ditangan, rangkai dikerucut (selalu diantara).
Dengan cetakan nomor 3 buat sebanyak 5 buah, bentuk ditangan, rangkai dikerucut (selalu diantara).
Masukan segera ke air dingin, agar mawar menjadi kaku.

Daunnya :
Cetak dengan cetakan daun mawar, bentuk dan dinginkan.

Teratai
Tuang adonan lilin bunga warna putih, cetak dengan cetakan daun nomor 1 bentuk seperti ini :

Buat 3 lagi diantaranya menjadi :   

Letakan bunga yang sudah jadi terbalik di cetakan (tempat lada di meja).

Dengan cetakan nomor 2 ulangi langkah tadi, dan letakan di cetakan (ingat helai bunga letakan diantara)
Dengan cetakan nomor 3 ulangi langkah tadi, dan letakan di cetakan (ingat helai bunga letakan diantara).
Kemudian bentuk bunga untuk ukuran nomor 1 tutup, bunga untuk ukuran nomor 2 berdiri, bunga untuk ukuran nomor 3 terbuka.
Bagian tengahnya bentuk seperti kacang hazelnut, warna kuning. Lekatkan ditengahnya.

Daunnya :
Tuang adonan lilin warna hijau, bentuk hati ukuran besar, buat goresan untuk serat daun, bentuk ditangan dan dinginkan.

Carnation
Tuang adonan warna ungu, atau sesuai selera.  Cetak lingkaran sebanyak 5 atau 6, bentuk ditangan, gunting tepinya (kecil-kecil), bentuk bunga dan lekatkan satu demi satu.
Daunnya kecil-kecil berwarna hijau.

Senin, 21 Mei 2012

Polymer Clay roses ... Fimo Roses Tutorial


Macam-macam Clay


Hallo semua, banyak teman-teman yang menanyakan jenis-jenis clay, jadi kali ini saya coba menerangkan sedikit perihal macam-macam clay yang saya ketahui. Kalau ada kesalahan atau tambahan, mohon kasih tahu yah ^_^
Lilin Malam
Ini juga termasuk ‘keluarga’ clay, biasanya untuk mainan anak-anak, banyak dijual di toko-toko buku bermacam-macam warna dan mudah dibentuk. Bentuk akhirnya tetap lunak tidak akan mengeras dan dapat diolah kembali.
Plastisin Clay
Hampir sama dengan Lilin malam hanya saja tidak selunak lilin malam dan lebih mantap bentuknya (lebih keras dibandingkan lilin malam)
Paper clay
Terbuat dari bubur kertas, kebanyakan dijual dengan warna putih dan ada juga dengan campuran gips (seperti kapur). Hasil akhirnya keras dengan cara diangin-anginkan dan di cat diberi warna (dapat juga sewaktu diulenin langsung ditambah warna).
Paper clay dapat dibuat sendiri dengan cara merendam kertas (caranya bisa di lihat posting sebelumnya perihal daur ulang koran)
Clay Tepung
Ini dapat dibuat sendiri dan cukup mudah dikerjakan bersama anak-anak.
Bahan yang diperlukan:
- Tepung terigu : tepung tapioka : tepung beras dengan perbandingan 1:1:1
- Lem kayu misalnya lem fox (atau sejenisnya)
- Sedikit natruim benzoat/pengawet makanan atau Borax juga nggak apa-apa kok ^_^ (ini gak wajib, jika ingin hasil tahan lama tidak berjamur)
- Cat poster/akrilic/cat air
- Pilox bening/cat kuku bening
Cara membuat:
Campur tepung, masukan lem sedikit demi sedikit hingga serasa pas dan tidak lengket ditangan
Bagi beberapa bagian (sesuai warna-warna yang diinginkan) dan campurkan sedikit demi sedikit cat sampai warna yang diinginkan tercapai
Clay tepung siap di bentuk
Angin-anginkan hingga kering
Dapat disemprotkan Pilox transparant atau dioles cat kuku agar lebih tahan lama
Clay Roti
Ini juga dapat di buat sendiri dari sisa-sisa roti
Bahannya:
- 1 lembar roti tawar (angin-anginkan dulu agar teksturnya agak kering)
- Lem kayu misalnya lem fox (atau sejenisnya)
- 1 sdt minyak sayur
- Sedikit natruim benzoat/pengawet makanan atau Borax (tidak wajib)
- Cat poster/acrilic/cat air
- Pilox tranparant/cat kuku bening

Cara membuat:
- Sobek-sobek kecil roti tawar
- Tambahkan lem dan uleni sampai agak kalis.
- Tambahkan minyak sayur dan pengawet, uleni sampai kalis
- Selanjutnya sama dengan membuat clay dari tepung
(diambil dari resepnya mbak Yoana di millis Manik2 Cantik)
Jumping Clay
Clay ini jika diangin-angin kan akan kering dan tidak dapat diolah lagi, hanya saja jadinya ringan seperti gabus. Dijual dengan berbagai macam warna didalam kantung alumunium foil (biasanya) cocok untuk dibuat menjadi boneka-boneka hewan atau manusia kecil
Air Dry Clay/clay jepang/clay korea
Hampir sama dengan jumping clay, hanya saja bentuk akhirnya lebih padat. Dijual dengan berbagai macam warna dan dibungkus dengan plastik kedap udara (biasanya). Cocok untuk membuat miniature buah-buahan, sayuran, makanan atau lainnya
Polymer Clay
Clay yang paling mahal, masih langka di Indonesia. Proses pengeringannya dengan cara di oven (bukan pakai oven kompor loh). Hasil akhirnya… Wah kaya bunglon tergantung jenis clay nya (bisa lihat di posting sebelumnya perihal polymer clay) mau seperti kayu, batu alam, metal atau plastik.
Clay Asli (Tanah Liat/Keramik)
Pasti semua tahu yang ini, clay asli dari alam untuk membuat tembikar. Cara pengeringannya setelah diangin-angin dibakar kedalam tungku.
Berdasarkan jenis nya
- Gerabah
- Keramik batu
- Porselin
- Keramik Baru


Clay Imitasi (???)
Tidak semua tahu perihal clay ini, Tha saja tidak tahu namanya (lupa) hehe. Yang pasti clay ini biasanya digunakan di pabrik-pabrik mobil atau industri besar lainnya untuk dijadikan model produk. Warnanya coklat tua dengan cara dipanaskan dahulu agar dapat dibentuk. Hasil akhirnya…. Lumayan kokoh, tapi masih bisa diolah lagi kalau dipanaskan ^_^
Gips
Ini termasuk keluarga clay bukan yah? Gips terbuat dari bahan kapur yang dikeraskan. Cara pembuatanya, adonan yang encer dicetak (menjadi pot, hiasan kulkas, pajangan, dll) diangin-angin kan lalu di cat. Atau dapat juga dipadatkan berbentuk balok, lalu di ukir menjadi patung, abstrak atau lainnya (jadi inget masa kuliah ^_^ )

Membuat Lilin

Bahan-bahannya:
Paraffin, Pewarna, parfum (bisa dibeli di toko kimia)
Benang kasur,

Peralatan:
- botol bekas selai, mayones, atau lainnya (cari yang berlubang lebar dan kaca tebal, jangan lupa cuci bersih dan keringkan dahulu)
- panci kecil
- Gelas kecil (transparan jika lilin ingin berwarna-warni)
- Tusuk sate (jika terlalu panjang dapat di potong, tapi harus lebih panjang daripada diameter mulut gelas)

Persiapan awal:
- Ikat benang kasur di tengah tusuk sate
- Simpan tusuk sate diatas gelas
- Atur agar benang jatuh ke dasar dan tetap berada ditengah gelas


Pembuatan Lilin:
- Masukan potongan parafin ke dalam botol bekas
- Isi panci dengan air 1/3 tinggi panci dan letakan botol berisi parafin di dalamnya
- Lalu panaskan dengan api kecil
- Aduk perlahan hingga mencair
- Tambahkan warna, sedikit demi sedikit hingga mendapatkan warna yang dikehendaki
- Angkat panci dari api, lalu tambahkan parfum/aroma ke dalam paraffin
- Tuang paraffin cair ke dalam gelas

Tips:
- agar sumbu lebih tegak, bisa dicelupkan terlebih dahulu ke paraffin cair
- gunakan sendok makan saat menuangkan paraffin cair jika mulut gelas kecil
- Jangan keluarkan botol dari panci berisi air agar paraffin tetap cair

- jika ingin membuat warna berlapis:
Tuangkan 1-2 sendok makan warna A, dinginkan hingga keras
Lalu tambah 1-2 sendok warna B, dinginkan kembali hingga keras

Ulang ke warna A atau ke warna C, dst
- Jika warna lilin ingin lebih bergradasi (bercampur):
Sama dengan proses lilin lapis, hanya saat menuangkan lilin berwarna B tidak usah menunggu lilin berwarna A mengeras
- Jika lilin ingin lebih menarik:
beri tambahan lilin malam berwarna-warni yang biasa dimainkan anak-anak, dan tempelkan pada permukaan dalam gelas (bentuk agar berupa bunga, daun atau lainnya jika dilihat dari luar gelas). Lalu tuangkan paraffin cair (jangan terlalu panas, agar lilin malam tidak ikut mencair)

- Ingat walau lilin berwarna-warni, parfum harus sama
- Sering-sering latihan dan berkreasi agar menghasilkan lilin yang lebih
cantik :)

Cara Membuat Boneka Clay Tepung



Peralatan lain: lem putih, lidi atau tusuk gigi, selembar plastik untuk alas kerja, cat warna kulit dan warna lain untuk baju, sepatu dan rambut.


Lapisi permukaan meja tempat kita bekerja dengan selembar plastik. Gunanya supaya clay tepung tidak menempel pada permukaan meja dan mempermudah pekerjaan kita membuat boneka atau bentuk-bentuk lain. Apabila dirasa perlu, taburkan sedikit resep kering adonan clay (3 jenis tepung dan benzoat) di atas plastik agar adonan clay tidak mudah menempel.



Pertama-tama, kita bikin badan boneka dulu. Ambil clay, bentuk seperti gambar di atas. Apabila boneka yang mau dibuat berukuran di atas 3 cm dari kaki ke kepala, maka dibutuhkan semacam rangka / penyangga untuk kepala, kedua kaki dan bila diperlukan juga penyangga untuk kedua tangan. Boneka yang mau aku buat ini ukurannya dari ujung kepala ke ujung kaki 8,5 cm jadi aku pakai lidi untuk rangka penyangga. Selain lidi, tusuk gigi atau kawat juga bisa dipakai.


Tusukkan satu batang lidi ke ujung runcing badan boneka(gambar di atas), tusukkan hingga kira-kira 1/3 atau 1/2 ke dalam badan boneka. Jemur atau angin-anginkan beberapa lama hingga bagian badan boneka ini cukup kering.


Beri sedikit lem putih untuk menempelkan kepala ke badan (gambar kiri atas). Pakai tusuk gigi atau lidi untuk membubuhkan lem secara rapi. Ambil clay untuk kepala, bentuk bundar lalu tusukkan ke badan boneka (lihat gambar). Apabila memakai cetakan dari sedotan untuk mulut, lakukan sekarang pada saat adonan bagian kepala masih basah. Lakukan hal yang sama untuk bagian mata apabila memakai manik-manik sebagai matanya. Pada boneka ini mata dan mulutnya digambar pakai spidol permanen / permanent marker, jadi bagian itu dilakukan nanti pada saat kepala bonekanya sudah benar-benar kering. Ambil sedikit clay untuk hidung. Bentuk bundar. Beri setitik lem putih memakai bantuan tusuk gigi di wajah boneka dimana hidung akan dilekatkan. Lekatkan hidung boneka, buat lubang hidungnya memakai ujung tusuk gigi. Ambil sebagian kecil clay untuk telinga, bentuk bundar. Lekatkan di kepala dengan setitik lem putih, tekan sisi telinga yang melekat pada kepala. Menekannyai bisa pakai bantuan ujung lidi atau tusuk gigi dibagian tumpulnya. Atau memakai alat khusus clay. Setelah itu diamkan boneka mendatar di atas meja selama pengeringan.


Buat dua pipa dengan panjang dan ketebalan yang sama untuk kaki boneka. Tusukkan pada lidi untuk kaki (gambar atas). Usahakan supaya lidi tetap berada di tengah-tengah bagian kaki. Tusukkan sepasang lidi pendek di kedua ujung kaki (spt gambar atas). Biarkan hingga seluruh bagian ini (kepala, badan dan kaki) hingga benar-benar kering.


Sementara itu ambil adonan clay untuk sepatu. Bagi menjadi dua bola berukuran sama. Letakkan di atas permukaan yang rata sambil membentuk satu ujungnya sehingga menjadi seperti gambar atas kanan. Tekan bagian yang lebih kecil dengan ujung kelingking sehingga permukaannya menjadi lebih rendah dari bagian sepatu yang lebih besar. Tusukkan ujung kuas atau lidi tebal ke dalam sepatu boneka. Bagian ini nantinya akan dilekatkan pada lidi yang menempel di kaki bagian bawah.


Biarkan sebentar di atas permukaan yang rata hingga sepasang sepatu boneka ini menjadi cukup kering (rupanya mirip sepatu Mickey Mouse ya?).

Setelah sepatu terpasang, boneka clay akan tampak seperti di atas. Usahakan untuk mengeringkan boneka dalam keadaan berdiri (tapi bagian ini agak sedikit untung-untungan ... Kadang-kadang bonekaku bisa berdiri tegak tapi kadang-kadang nggak sukses dan terpaksa harus ditambahkan standar dari clay kalau mau bonekanya bisa berdiri).


Buat rok dengan menggiling clay (di sini aku pakai botol gelas bekas sirup) membentuk persegi panjang. Potong pinggir-pinggirnya dengan pisau sehingga bentuk persegi panjangnya rapi. Beri lem di tengah-tengah badan boneka bagian depan. Tempel bagian tengah rok di sini, lalu tempel sepanjang sisi atas rok ke badan boneka sampai kedua ujung rok bertemu di badan bagian belakang. Clay bisa sedikit ditarik-tarik kalau panjang roknya kurang. Biarkan kering seperti gambar di atas.

Bentuk lengan seperti gambar kiri atas. Membentuk jari-jari dengan bantuan ujung pisau yang tajam dan lancip. Buat lengan bajunya. Tempelkan lengan memakai lem putih ke bahu boneka.


Sekarang boneka clay tepung menjadi seperti di atas. Bagian yang diberi lem pada lengan adalah di pangkal dan diantara kedua tangan. Sebatang sedotan plastik yang sudah dibedakkin sedikit tepung disisipkan di lengan kiri boneka karena nantinya boneka ini akan memegang sesuatu di bagian tersebut.

Pasang rambut dan keringkan. Untuk boneka sebesar ini (8,5 cm) dibutuhkan waktu yang lama untuk mengeringkan. Waktu pengeringan juga dipengaruhi keadaan cuaca. Boneka ini makan waktu hampir 3 hari untuk benar-benar kering (dan cuacanya sekarang sedang panas bangets! Kalau cuaca mendung mungkin butuh waktu lebih lama...So, sabar aja ya Upgrade your email with 1000's of emoticon icons ).

Gambar mata dan mulutnya memakai pensil terlebih dulu lalu kalau sudah puas baru pakai spidol permanen. Boneka ini tidak di vernis (dibuat mengilat). Warnai sepatunya memakai cat air, cat poster atau cat akrilik.



Si Kriwil sudah siap jalan-jalan mau silaturahmi Lebaran.
Upgrade your email with 1000's of emoticon iconsUpgrade your email with 1000's of emoticon iconsUpgrade your email with 1000's of emoticon icons